Jumat, 07 Januari 2011

Astronom Inggris Temukan Bintang dengan massa Terbesar

Berita tentang astronomi ini datang dari luar negeri. Astronom Inggris menemukan bintang dengan massa terbesar.  'Blue hypergiant star'ini berukuran lebih besar dan bercahaya lebih terang dari perkiraan para ilmuwan.

R136a1-bintang raksasa
R136a1-blue hypergiant star
Bintang yang diberi nama R136a1 memiliki bobot setara 265 matahari dan jauh lebih terang 320 kali dibandingkan matahari. The star also holds the record for the most luminous at 10,000,000 timesthe luminosity of the Sun.

Sebelumnya, bintang-bintang terberat yang pernah dikenal memiliki massa sekitar 150 kali massa matahari dan diyakini mendekati batas ukuran kosmik. Salah satu bintang terbesar sebelum R136a1 adalah Pistol Star dengan massa antara 80 hingga 150 massa solar dan Eta Carinae, sekitar 100 massa solar.

Para ilmuwan di Universitas Sheffield menemukan bintang raksasa R136a1 tersebut, menggunakan Very LargeTelescope milik European Southern Observatory di Chile dan data dari teleskop Hubble. R136a1 ditemukan di Nebula Tarantula di Large Magellanic Cloud, galaksi "satelit" yang mengorbit Bima Sakti.

Menurut Astronomy Now seperti dikutip dari laman Telegraph, R136a1 memancarkan lebih banyak energi dibanding semua bintang di Nebula Orion. Bila bintang raksasa tersebut berada di sistem solar kita, dia akan lebih terang dibanding matahari.

Ada empat bintang di gugus bintang RCM 136a, di mana R136a1 berada, yang memiliki massa 150 kali massa matahari. Empat bintang itu mampu menyuplai setengah dari energi di seluruh gugus RCM 136a yang totalnya terdapat 100 ribu bintang.

Jika R136a1 menggantikan matahari sebagai pusat sistem tata surya kita, maka ini akan jauh menerangi bintang kita seperti matahari memantulkan cahaya ke bulan.

Tim astronom internasional ini dipimpin oleh Paul Crowther, profesor Astriphysics dari departemen fisika dan astronomi, University of Sheffield.

“Tidak seperti manusia, bintang ini lahir dengan beban berat namun akan kehilangan bobot dalam perkembangannya nanti,” katanya.

Ia menambahkan, “Bintang R136a1 berada dalam ‘umur pertengahan’ dan akan mengalami penurunan bobot sekitar lima kali masa awal atau lebih dari 50 kali bobot Matahari.”

Karena sangat langka, bintang berbobot tinggi merupakan tantangan bagi para astronom untuk mengidentifikasi asal benda langit ini, ujar Crowther.

Bintang-bintang besar seperti R136a1 diyakini terbentuk dari beberapa bintang muda yang bergabung, dan hanya ditemukan di inti gugus bintang. Hasil penelitian tim ilmuwan Inggris ini bisa ditemukan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society


source:http://www.faqih.net/2010/07/astronom-inggris-temukan-bintang-dengan.html
Baca selengkapnya »